Tags: disiplin nasional, GDN, gerakan disiplin nasional, Pemimpin, Teladan
Masyarakat Indonesia menganut budaya paternalistik. Setiap ucapan, tindakan dan tingkah laku dari atasan, pemimpin atau orang yang lebih tua biasanya akan ditiru oleh anggota bawahan dan anak buahnya. Budaya ini sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Gerakan Disiplin Nasional.
Seorang ayah yang membuang sampah secara sembarangan tentu akan ditiru oleh anak-anaknya. Seorang atasan jangan menyuruh bawahannya membuang sampah ditempat yang tersedia jika atasan itu dengan seenaknya membuang puntung rokok dilantai. Seorang atasan seharusnya malu menegur bawahannya yang terlambat apel pagi jika dia sendiri datang ke kantor pada jam sembilan.
Kita ingat kisah Ratu Sima yang menerapkan hukuman potong tangan kepada setiap warganya yang ketahuan mencuri. Ratu Sima ternyata konsekwen. Ketika putranya yang sangat disayangi itu diduga melakukan pencurian maka Ratu Sima memotong tangan putranya.
Keteladanan pemimpin harus ditampakkan kapan saja, dimana saja dan dalam keadaan apa saja. Sering kita dengar seorang pejabat yang baru dilantik serta merta membuat aturan-aturan baru yang harus ditaati oleh anggotanya. Pada awalnya sang pejabat rajin datang kekantor tepat waktu dan sering melakukan kontrol terhadap bawahannya. Namun lambat laun sang pejabat kembali kepada kebiasaannya semula yaitu datang ke kantor setelah jam delapan, ketika anak buahnya sudah melakukan tugasnya. Tentu saja keteladanan sementara seperti ini tidak layak didemonstrasikan.
Pemimpin disini harus diartikan secara luas termasuk pemimpin dalam rumah tangga.




Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan para sahabat.
Salam hangat dari Surabaya
sangat bermanfaat lah pakde terima kasih
KEDUAXXX
lanjutken
aku ke sekian nop, ntah keberapa
mo komen apa ya.. xixixiii..
gara2 jeda ngurus berkas dulu, balik sini lg jd ga conect
ntar deh Pakde, balik lg kl udah inget..
kalau nggak ingat berarti langsung pulang
komeng apa aja nop. yang penting mengalir dengan mulus
pantesan ajah lupa mo ngomong apa..
jaraknya 1jam kurang dikit :p
ha ha ha..sempat2nya ngitung jam
kurangnya berapa mbak nop? kok dikit?
Setuju pakdhe. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberikan contoh. Walau dia hanya pemimpin rumah tangga.
cocok mas, kalau pemimpin amburadul apa kata duniaaaa
bahkan walau dia hanya pemimpin sebuah parade anak
Salam Takzim
Dihangatnya sinar matahari selepas istirahat bersepeda ada sajian GDN yag disampaikan ratu Sina dalam berdisiplin, semoga menjadi obsesi kita untuk terus hidup berdisiplin.
Pakde selamat pagi dan selamat menikmati teh hangat. salam manis dari Jakarta bersama Takzimnya Batavusqu
selamat pagi mas, mydah2an yg naik sepeda displin agar tak ganggu lalin
masih terasa hanyanya mas isro matahari pagi ini
Ternyata blm komen disini ya.. Xixiii.. Coba saya baca dulu..
lha ini sudah
Sy pernah pny bos ky gt. Nyuruh disiplin tp dia sendiri ngga. Sy kan org nya ngeyel, jd ya ga nurut.. Xixiii..
Tp di tpt sy yg skrg semuanya serba tertib & disiplin. Jam pulang doang yg ga disiplin. Soalnya kl fisik & sistem ga sama, kita pasti pulang lewat wkt utk nyari selisih sampe ketemu..
harusnya atasan jadi panutan donk
Tampaknya perlu menyegarkan kembali ingatan kita tentang arti penting Gerakan Disipin Nasional dan disiplin itu terlebih dahulu agar tidak terjadi pemahaman yang keliru sehingga gerakan ini dapat diterima oleh masyarakat secara sadar dan ikhlas.
benar sekali mas, memang harus disegarkan kembali, agar pemahaman menjadi benar
Para orang tua harus menanamkan disiplin secara dini kepada putra-putrinya. Metodenya tentu disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak terhadap suatu masalah.
bukan hanya orang tua, tetapi diri sendiri juga
penanaman disiplin, pembinaan dan pengawasan disiplin dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan metode yang tepat, cepat dan terarah tentunya
Ada baiknya pegawai pemerintah itu meniru cara kerjanya TNI. Tentara itu, sering menyebut dirinya: bernafaskan disiplin. Makanya dalam sistem ketentaraan (dan juga kepolisian) ada istilah desersi.Benner nggak pakDe?
lebih bagus meniru TNI yang penuh wibawa, bahkan kekeluarga sendiri penuh dengandisiplin
Istilah ini ditempelkan pada anggota tentara (dan polisi) yang mangkir atau tidak menjalankan tugas dan kerjanya.
mangkanya biar ga mangkir, diterapin aja, gimana kalau pakde aja yang terapin
Jika saja sistem desersi diberlakukan ke pegawai-pegawai pemerintah, bisa jadi disiplin menjadi nafas di negeri ini. Dan jika kedisplinan telah menjadi budaya, negeri ini pun bisa maju dan berkembang lebih cepat.
saya yakin,kita akan berjalan kesanakemari dengan tenang , dan pastinya ndak akan repot mengurus ini itu
Disiplin diri menjadi kata kunci kemajuan dan kesuksesan serta kebesaran orang-orang besar yang pernah hidup dalam sejarah.
jadi kalau kita mau jadi orang besar yang menjadi besar sampai selamanya,mari berdisiplin
Seorang pemimpin, atau siapa saja bisa mencapai kesejatian di bidangnya masing-masing karena pernah mempraktikkan disiplin diri.
orang yang disiplin di dunia kerja atau dalam kehidupan sehari-hari,seperti tepat janji ke teman pasti dipercaya
Membangun keadaban publik yang kerap diserukan para budayawan, seniman dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat tidak mempan untuk mengubah ketidakdisiplinan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
tapi seruan itu penting loh mas iwan, di ikuti dengan contoh dan teladan yang benar. jangan berseru jika tidak dicontohkan
Ketidakdisiplinan dalam menjalankan peraturan yang ada menyebabkan merajalelanya tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ketidakdisiplinan menjalankan ajaran sejati dari suatu agama menyebabkan salah tafsir yang pada akhirnya terjadilah tindakan anarkhis dan penghilangan nyawa sesama secara gampang.
Bila ada atasan tidak disiplin biarkan saja, yang penting kita tetap disiplin, karena yang rugi dirinya sendiri…. kita ambil hikmahnya saja siapa tahu kita suatu saat menjadi pimpinan yang disiplin. …………………
setuju mas