Tags: disiplin nasional, GDN, gerakan disiplin nasional, logo, Pengawasan
Gerakan Disiplin Nasional menggunakan metode edukatif ,persuasif, kuratif, represif. Dengan metode kombinasi seperti ini maka masyarakat tidak hanya diminta kesadarannya tetapi juga perlu diawasi dan ada unsur yang menegakkannya khususnya ketaatannya terhadap norma hukum dan peraturan yang mengikat.
Pelanggaran lalu lintas misalnya harus dikenakan sangsi sesuai dengan bobot pelanggarannya. Jika tidak maka pelanggaran lalu lintas itu betapapun ringannya akan menjadi terbiasa dan dianggap benar oleh pelanggarnya. Disinilah peran aparat pemerintah. Sayangnya masih ada aparat yang nakal yang tidak berperilaku sebagaimana yang diharapkan.
Kita tidak boleh menutup mata bahwa masih ada aparat, khususnya aparat penegak hukum yang memanfatkan tugas dan jabatannya untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kasus-kasus denda damai di jalan raya masih sering dijumpai dan bukan lagi menjadi rahasia umum. Celakanya, masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas walaupun agak merasa berat lebih menyukai penyelesaian ditempat daripada harus berurusan dengan pengadilan yang memakan waktu, tenaga dan sekaligus biaya. Akibatnya pelanggaran demi pelanggaran seakan tak kunjung berhenti.
Operasi Tertib yang pernah digelar oleh Laksamana Sudomo kala itu juga sudah lama hilang gemanya. Pungutan liar kambuh lagi, baik secara terang-terangan, tersamar maupun tersembunyi. Penyebabnya hanya satu yaitu sama-sama membutuhkan. Fihak aparat membutuhkan tambahan gaji dan anggota masyarakat membutuhkan rasa aman, pelayanan cepat dan tidak dipersulit dalam menyelesaikan urusannya. Mata rantai dalam lingkaran setan inilah yang harus diputus oleh semua fihak, baik oleh atasan dari aparat maupun oleh anggota masyarakat itu sendiri.
Ide pembentukan Kader Penegak Disiplin sebenarnya sangat bagus. Namun dilapangan para Kader Penegak Disiplin yang pernah dibentuk itu kini kelihatan tidak berdaya menghadapi situasi yang berkembang dalam masyarakat. Mereka yang ditempatkan di jalan raya tidak mampu menghadapi ulah para pengemudi , khususnya para pengemudi angkutan kota. Seragam dengan rompi dan tutup kepala berlogo dan bertuliskan Kader Penegak Disiplin tidak cukup mampu menjadikan mereka berwibawa. Akhirnya KPD ini pelan-pelan menghilang.
Dalam setiap kegiatan apapun, pengawasan mutlak diperlukan agar kegiatan itu dapat terlaksana sesuai dengan maksud dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara terus menerus dan berjenjang. Dilingkungan pemerintah, pengawasan dilakukan mulai dari tingkat RT sampai Presiden. Dillingkungan TNI/Polri, pengawasan dilakukan oleh Komandan Regu sampai Panglima TNI, Kapolri dan dibantu oleh para staf dan aparat inspektorat. Dilingkungan Departemen pengawasan dilakukan oleh para Pembantu Kasi sampai ke Menteri. Artinya pengawasan dilakukan oleh para atasan dari yang paling rendah pangkat atau golongannya sampai ke tingkat yang paling tinggi dari instansi setempat, baik instansi pemerintah maupun swasta.
Dilingkungan masyarakat pelaksanaan pengawasan juga dapat melibatkan para pimpinan non formal, tokoh masyarakat , tokoh agama dan para pendidik . Dan karena disiplin dimulai dari rumah maka pengawasan para orang tua juga sangat penting.
Selain pengawasan, penegakan juga harus dilaksanakan guna menjamin agar hukum, peraturan dan norma-norma yang telah ditetapkan dan disepakati dipatuhi dan dilaksanakan. Pelanggaran terhadap hukum,peraturan dan norma harus diberi sangsi yang sepadan dengan kesalahannya. Sangsi ini berfungsi sebagai alat penyadar dan sekaligus menimbulkan effek jera.
Namun yang lebih penting dari semuanya itu, para pengawas dan penegak displin pertama-tama harus segera menghentikan pelanggaran yang terjadi.




mari mulai dari diri sendiri..
terus menjalar keluar
setuju,segala hal sebenarnya jika dimulai dari dalam,maka diluarnya kan bagus
Aku ikut setuju mbak…
mari mulai dari lingkungan kerja kita.
Tampaknya perlu menyegarkan kembali ingatan kita tentang arti penting Gerakan Disipin Nasional dan disiplin itu terlebih dahulu agar tidak terjadi pemahaman yang keliru sehingga gerakan ini dapat diterima oleh masyarakat secara sadar dan ikhlas.
Benar, mereka mengira bhw displin itu hanya untuk serdadu saja
gerakan itu sebenarnya harus diingatkan terus menerus mas,sampai membudaya dan dicintai
kalau siudah menggurita , maka pasti akan menjadi kebiasaan.
Disiplin merupakan langkah awal dari segala ketertiban di masyarakat, benih-benih kemajuan suatu bangsa, dan dasar penegakan hukum nasional. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara berdaulat perlu digalakkan kembali adanya gerakan disiplin nasional untuk menunjang kemajuan bangsa demi kemakmuran rakyat.
jika pribadi2 disiplin tentu akan cepat terlaksana ya bang
Jika saja masyarakat Indonesia kesadaran disiplinnya sudah tinggi, maka mungkin tidak ada pelanggaran hukum, korupsi atau kasus suap dan sebagainya.
Oleh karena itu, saya berharap pemerintah kembali menggalakkan gerakan disiplin nasional dalam rangka kemajuan bangsa dan negara tercinta ini.
memang harus dipaksa dulu dan ditegakkan.
benar sekali mas, kita adalah negara berdaulat, jadi mari angkat nama bangsa ini
Namun secara jujur harus kita akui bahwa gerakan yang sangat mulia ini hasilnya belum menggembirakan.
Berbagai pelanggaran lalu lintas merupakan pemandangan umum yang kita saksikan setiap hari. Masyarakat juga lebih senang mengumpat dan menggerutu apabila terjebak dalam kemacetan lalu lintas daripada harus antri secara tertib.
Susah..!
Udah bandel akut, jd harus diawasin terus. Begitu lengah melanggar lagi.
Susah..!
benar, contohnya buang sampah. sak enak udele dewe. kalau dah banjir baru melolong-lolong
secara umum kita taat saat diawasi, begitu pengawasan longar, merasa bebas sebebas bebasnya
Salam Takzim
Semoga tetap mampu berdisiplin, walau para pengawas sedang istirahat
Salam Takzim Batavusqu
itu yg disebut disiplin pribadi yg sejati mas
mari kita mulai dari diri kita mas, kemudian jadilah kita teladan
saya setuju banget Mbak…
Orang lain akan mencontoh kita.
Hahaha masuk kemana tuh komen, salah informasi kalee
masuk ke laptop saya ha ha ha
@ Batavusqu : koment saya apa bukan? Kalo iya, ga salah komen kok..
Ya org kita emang gitu, kalo ada yg mengawasi bisa disiplin, tp kl ga diawasin ya kembali spt semula..
Org kita emang bandel soal disiplin, ya ga semua sih, tp rata2 gitu.. Heheee
Piiizzz
harus dimulai dari pribadi2
bener mbak nop.itulah buadya yang sudah menurun, dan merubahnya butrh waktu yang panjang
Bener tu dhe, tapi lebih baik jika pengawasan disiplin itu dimulai dari diri sendiri. Masalah tilang dan damai ditempat menurut saya karena awalnya kita tidak disiplin (misal gak pake’ Helm). Sama seperti postingan saya
Disini
harapan kita juga demikian mas, namun untuk institusi tetap harus ada aparat pengawasnya
damai ditempat itu seharusnya tidakperlu terjadi.kalau sudah salah, ya resiko
mbak Jum rupanya mojok disini yah?
ndak mojok toh mas, cuma lagi liat liat yang ganteng ..wakakakakak
Aku cuman bisa buka blog Pakde 3 buah..
Soalnya yang laen pada tertahan ama si Aski.
emang lagi ada maslah apa sama si aki mas, hehehee
padahal aku nggak pake sarung. koq malah nyangkut .
tapi pake celana kanmas,takutnya aku malu malu
Sekarang mau koment serius nih..
dari tadi saya serius toh mas, kok baru nyadar sih
Disiplin tentu saja harus ditampilkan disetiap waktu. Bukan hanya dikala ada pengawasan dari atasan,orangtua,guru atau pimpinan saja.
tapi disiplin yang sudah tidak membudaya dengan baik di indoensia butuh energi yang banyak dalam pembenahannya mas. itulah kendala sekarang
penanaman disiplin, pembinaan dan pengawasan disiplin dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan metode yang tepat.