Entah siapa yang ditiru, bangsa kita mempunyai hobi menyangkal dulu baru dicari kebenarannya. Kita masih ingat ketika salah seorang pembesar negara sahabat mengatakan bahwa Indonesia adalah sarang teroris. Tak pelak, beberapa pembesar kita rame-rame menyangkalnya. Padahal, akhirnya terbukti bahwa kasus-kasus peledakan bom bermunculan, dan pelakunya memang bermarkas di Nusantara. Untungnya aparat keamanan tanggap sehingga mereka dapat diringkus.
Budaya menyangkal (culture of denial) ini juga menghinggapi para pejabat yang lebih rendah. Ketika beberapa daerah dinyatakan miskin maka para kepala daerah tersebut menyangkalnya dan langsung menggelar jumpa pers. Namun ketika ada bantuan untuk penduduk miskin, ternyata penduduk daerah tersebut yang mendaftar cukup banyak.
Makanya tidak perlu heran jika ada yang mengatakan ” persediaan beras sampai akhir tahun masih cukup ” namun masih ada penduduk yang harus antri beras. Juga jangan heran jika ada pejabat yang oleh media dinyatakan ” dicopot “, tapi atasannya menyatakan ” ini pergantian rutin yang sudah diprogramkan”.
Artispun juga terkena sindrom menyangkal. Ketika media menanyakan keadaan keluarganya maka buru-buru si artis mengatakan ” keluarga kami baik-baik saja kok, biasa kan kalau ada pertengkaran kecil “. Sebulan kemudian sang artis benar-benar bercerai.
Apakah sahabat punya daftar seperti itu ??




Waduh, apa ya..?
apa sih
menyangkal sudah menggurita di berbagai lini.
Ada sih pakde, saya ingat. Tp itu buka luka lama..
Hmmm.. Kasih tau jangan ya..
kalau gak nyaman ya gak usah dibuka…
Adalah lebih baik kalau diungkap supaya kita dapat belajar dari peristiwa itu.
Itu lho, org yg jahat sama saya. Karna dia memfitnah saya dan ga bisa buktiin tuduhan2nya, maka saya balik kasih tau kejahatan2an dia ke orang2. Dia nyangkal. Lalu saya bilang, sms dia ttg hal itu masih ada di hp saya. Blm saya hapus. Mudah utk saya kalo mau perkarakan ini. Dia langsung diam, ga bisa lagi sesumbar seenaknya.. Hahaaa..
Bagus tuh harus dilawan
Dituntut aja pasal pencemaran nama baik.
Weleh-weleh apakah ini termasuk penyakit akut bangsa ini selain tidak disiplin ya dhe.
kayaknya mas,lihat di TV….banyak contohnya….
Penyakit yang sudah menggurita,… susah dicari obatnya.
alhamdulillah telah diingatkan. Semoga saya tidak masuk dalam golongan yang suka menyangkal apabila memang khilaf. Amiinn
Alhamdulillah, akhirnya sadar Nak.
Amin,… semoga bisa menjadi pembelajaran berharga.
Kalo pembelaan gimana pak dhe??? kan terkadang biasnya sangat tipis dengan menyangkal. Hehehe… itu untuk perkara yang memang belum jelas misalnya, tetapi kedua belah pihak saling menyangkal dan saling menuduh… Jadi ribet tambahnya………
Pembelaan harus berpijak pada kebenaran dan ditopang oleh kejujuran. Pembela tugasnya adalah meletakkan hukum secara proporsional-membantu mereka yang buta hukum agar seimbang. Pembela tidak harus memenangkan perkara atau membebaskan tersangka dari hukuman jika memang faktanya tersangka bersalah.
wah betul Pakde, mudah-mudahan saya nggak ketularan penyakit ini….amiin….
jangan , itu berbahaya.
Kita semua harus punya vaksin untuk itu.
pake antivirus menyangkal aja mas,udah ada programnya ndak?
Sering sih melihat yang menyangkal2 gitu.
Untung deh kalo nantinya ada permohonan maaf.
Atau mungkin telah tebal muka juga???
mungkin yang penting nyangkal dulu he he he..soalnya disorot TV
Awalnya menyangkal,… tapi setelah melalui proses penyidikan akhirnya ngaku juga.
yang penting nyangkaldulu deh mbak
kalo penyangkalan untuk meluruskan opini salah yang terbentuk gimana pak de??
banyak sekali yang perlu disangkal dari opini2 salah yang bertebaran…
kalau kita benar ya harus diangkal,
tapi kalau kita salah ya jangan menyangkal karena kelak akan terbuka juga tho nduk
Budaya menyangkal harus pada konotasi yang negatif.
Salam Takzim
Menyangkal terkadang perlu pakde kalau kita tiba-tiba dituduh melakukan pekerjaan yang bukan kita lakukan, kalau di dunia artis menyangkal itu pasti kalau sudah ada gosip yang tidak sehat pakde, saya pikir menyangkal bisa dibilang pekerjaan positp pakde
Salam Takzim Batavusqu
Makanya penyangkalan boleh dilakukan jika kita memang benar, tapi kalau tidak benar yaaaa…kebenaran yang akan membuktikan jati dirinya.
kalo diyam itu emas kira2 nyambung kaga Dhe?
kalau pada pelajaran diskusi, diam malah gak dapat nilai
Salam Takzim
Jangan menyangkal terlalu berlebihan ya kan pakde
Salam Takzim Batavusqu
sudah salah ngotot lagi ha ha ha
gejala2nya banyak banget kalau lihat di tv, mudah2an kita jangan ada yg kayak gitu ya Dhe………. serem kaleeee…
salam
pokoknya menyangkal dulu kan mereka…
duh jujur saya juga suka menyangkal pakde, walau sakit sering saya bilang baik-baik saja, dan tetap bekerja, sampai satu saat saya pernah pingsan di jalan
tengsin
menyangkal ada yang kurang baik kan karena menutupi fakta
pagi ini harus mampu menyangkal diri untuk hal yang negatif