Tawuran antar mahasiswa terjadi lagi, kali ini pun disertai merusak kampus. Menyedihkan, memprihatinkan sekaligus mengecewakan banyak pihak karena yang tawuran adalah pemuda-pemuda calon pemimpin bangsa. Pasti tak ada yang membenarkan jika tawuran juga dianggap merupakan ekspresi sebuah reformasi atau demokrasi.
Adalah wajar jika ada suatu perbedaan pendapat diantara manusia yang sedang berhubungan dengan manusia lain. Namun beda pendapat harus dikelola dengan baik agar tak menjurus kearah adu otot.
Perselisihan yang berbuntut perkelahian awalnya bisa orang-perorangan, namun karena perkelahian itu tidak diselesaikan dengan siraman air tetapi justeru disiram dengan bensin dengan cara masing-masing pihak memberitahukan kepada sahabat atau saudaranya. Buntutnya, mereka berbondong-bondong melakukan penyerangan kepada orang atau kelompok yang diberi label ” musuh “
Tawuran atau perkelahian kelompok bisa terjadi karena beberapa hal antara lain karena timbulnya solidaritas atau jiwa korsa yang sempit sehingga bisa mengarah ke destruktif. Oleh karena itu perlu dikembangkan jiwa korsa yang positif agar hasilnya juga positif.
Tawuran disertai pengrusakan fasilitas pendidikan tentu sangat merugikan karena perlu biaya ekstra untuk melakukan renovasi. Padahal disana-sini terlihat adanya bangunan SD yang kondisinya menyedihkan dan tidak ada biaya untuk memperbaikinya. Mengapa kampus tempat mereka menuntut ilmu harus dirusak ?
Kasus tawuran harus segera ditangani secara serius dan menyeluruh. Jika tidak, tawuran demi tawuran akan berlangsung terus yang bisa menimbulkan kerugian secara phisik maupun psikologis.




PERTAMAXXX
lanjutkan yank
kayaknya nggak kehitung kalau cuman petamaXX deh..
Makanya aku nambah sedikit..biar cukup lima kata.
ya dilihat tgl nya dong..
itukan waktu blm ada kompetisi
ga diitung jg ga papa kok, kan sampeyan jg udah ngacir gt posisinya
jgn kuwatir, Bang Iwan
melihat tayangan di tv..
ada orang sederhana telah memotivasi penduduk untuk menghijaukan gunung hingga 210 Hektar..
ada orang cacat dapat mempekerjakan banyak orang dan jadi tempat Praktek MAHASAISWA..
ada ibu rumah tangga biasa yang membuat sampah jadi macam2 benda berguna bahkan diekspor sampe eropa..
sementara para MAHASISWA yg katanya kaum intelek yg terpelajar sibuk tawuran sambil merusak fasilitas..
menyedihkan, emosional, anarkhis dan nggak berani satu lawan satu kan
Aku mampir ngecek disini…
ternyata nama saya tidak ada dalam deretan PakDe..
deretan apa tho mas
*pdhl bisa jadi kuliahnya itu pakai hasil jerih payah orang tuanya maksain diri ngumpulin uang demi anak*
ada yng jual sawah dan kerbau juga
Di usia seperti mereka memang btuh pengendalian diri.
Usia dalam gejolak.
iya, sedang mencari bentuk dan sifat massa adalah sulit dikendalikan karena identitas pribadi sudah lebur menjadi identitas massa
Tapi kayaknya kalau mereka terjun di dunia kerja nanti pastilah bakalan berubah pakDe.
dengan demikian, nasib bangsa indonesia di masa depan ‘mungkin’ bisa bisa diprediksi..
dari cara berfikir dan bertindak MAHASISWA yg lebih suka mjd GENERASI MERUSAK BANGSA daripada GENERASI HARAPAN BANGSA saya sungguh2 pesimis mode : ON
mereka harus sadar diri sebelum telat
Koq baru jaman sekarang ada yang gituan yah PakDe?
gituan apaan sih mas
halaaa.. sinopo ngomong apa siy lo noooppp
piiizzz..
bawel banget!
cakep kok nduk
Ngomongan Sinopi ada bennernya juga nih.
dia kan memang cemerlang otaknya, soalnya dia juga mantan aktivis
Pakde, kok Bang Iwan ini bilang omongan saya bener pas di bagian yg ada kat BAWEL nya tho ya..
heran nda milih di bagian yg bagusan dikit komen nya gitu lho..
kok ngelihat mahasiswa sekarang sepertinya tdk ada harapan utk menjadi penerus bangsa, wong senengnya ngerusak gitu, segala membakar ban dijalan, yg merusak kepentingan umum.
salam
sok gagah sih mereka, mestinya sekolah yg pinter
jadi miris meliatnya yah Bunda..
Gimana sosok pemimpin masa depan?
harus segera sadar diri deh
Para mahasiswa sekarang tidak belajar malah sukanya tawuran.
entar kalau gak lulus2 kasihan ortunya lho
tidak juga semuanya.
iya, ada demo yg tertib kok
Mungkin kalau mereka duduk di Parlemen nati, pastilah bakalan lebih seru lagi.
sekitar beberapa tahun yg lalu juga marak berita ttg tawuran antar pelajar. hanya gara2 masalah sepele, terkadang jadi ribut antar sekolah yg ujung2nya tindak anarkis…
mmmm….jangan2 para pelajar yg suka tawuran dulu itu skrg udah pada jadi mahasiswa ya…
makanya kebiasaan tawurannya dibawa-bawa sampai ke kampus…
kasihan ortu mereka kalau sampai jago tawuran itu kena sanksi
gimana nantinya kalau dibawa ke dunia kerja yah?
tapi kalau dipikir2, pantesan aja mahasiswa, yg katanya kaum intelek terpelajar (ngutip kata mbak Nopi) gemar tawuran spt itu, lha wong para petinggi negara kita ini, yg katanya para wakil rakyat yg mewakili aspirasi rakyat di negeri ini, ngga malu juga kok ribut2 waktu sidang.. padahal, mereka itu kan lebih intelek dari para mahasiswa tadi..
mmmm…ya kalau gitu wajar kan..?
mestinya yang bagus2 yg di contoh, jangan yang jelek2
YaNG perlu diwaspadai jangan sampai demo yang anrkis itu ditunggangi oleh pihak tertentu.
Salam Takzim
Kampus adalah citra yang harus dijaga, jangan lihat bentuk bangunannya tapi lihat siapa didalamnya. Agar tetap bercitra dimata masyarakat mari jaga kampus sebagai rumah ilmu
Salam Takzim Batavusqu
Kampus adalah kebanggaan jadi jangan dirusak sendiri oleh penghuninya
pemicu dari semua ini adalah kebebasan dalam mengakses informasi.
dan digunakan secara salah
Salam Takzim
Kampus ku citra sarjana ku
Salam Takzim Batavusqu
kampus jangan dirusak, renovasinya mahal
kampusku telah membentuk karakterku, kampusku juga telah membentuk cara berpikirku, termasuk kampusku telah membentuk mentalku. dulu di ospek mati-matian berenang di kolam berlumpur, tapi aku sangat menghargai semuanya
aku juga mengalami, berenang dalam kanji yang dikasih minyak ikan..baunya mantaf
Terus terang waktu di kampus dulu , aku juga biasa ikut demo, tapi tidak sampai anrkis.
@ Any Anfit
saya pikir, segala sesuatu yg merusak ga bisa dianggap wajar.
kalo apapun yg ga baik dilakukan tp dianggap wajar karna mencontoh yg lebih intelek, apa jadinya dunia ini..?
mahasiswa kan pinter, kok yg jelek dijadikan contoh.
masih banyak perbuatan baik & mulia, tp malah MEMILIH contoh perbuatan buruk yg merusak & tercela..
TANYA KENAPA
*tp jangan tanya saya, krn sy ga blg itu wajar..*
PIIIIZZZZ
iya benar, jangan mencotoh hal2 yang nggak baik, contohlah yan positif.
mereka dapat gelar parlemen jalanan.
@mba Sinopi

Pizzz juga mba..
Hehehe…maksud saya ngomong begitu adlh sbg sindiran buat para wakil rakyat yg suka kisruh kalau lg sidang..
atau mungkin harusnya saya tulis begini : “mmm…kalau gitu wajar kali ya…?”
yang dicontoh yang baik2 saja, jangan yang jelek
Sangat setuju PakDe… makanya saya berpendapat bahwa mungkin hal ini juga karena kebanyakan nonton TV sih.
oya, jaman sekarang (kayanya) ngga harus pinter biar bisa jadi mahasiswa (kuliah maksudnyah).
apalagi skrg disediakan “jalur khusus” yg menjamin setiap org bisa kuliah ke universitas yg diminati asal mampu membayar sejumlah biaya yg disyaratkan..
naah…mahasiswa yg masuknya lewat jalur itu, (jaminan) pinter ga ya ?
**PIZZZ lagi ya mba Nopi
**
tergantung, kalau dia memang otaknya bagus bisa jadi pinter kok.
yah.. mahasiswa itu beneran pinter ato ngga, org yg nyampe di bangku kuliah pasti nya pingin DIANGGAP pinter.. paling ngga org2 bisa diarahkan utk nyebut dia lebih pinter dr anak SMA-SMP-SD-TK *padahal belom tentu..!*
ini saya sengaja menanggapi dg kalimat segitu doang, tp sy berharap apa yg saya mksd PINTER dr komen saya yg paling atas sampe bawah sudah jelas arah nya..
kalau kuliahnya benar harusnya lebih pinter donk
kembali ke topik postingan Pakde tentang pengrusakan kampus & fasilitas umum
siapapun itu, saya ga pernah setuju apalagi menganggap wajar aksi pengrusakan apapun, lebih2 fasilitas umum milik rakyat.
apapun misi nya, merusak kepentingan umum adalah salah. krn pd akhirnya misi dg aksi ga nyambung blass!
manusia dianugrahi akal, sudah sepantasnya mampu memilih contoh perbuatan yg ada di depan mata.
kalo tdk setuju dg perbuatan salah, tp malah mencontoh, lalu apa bedanya? harusnya malah ga usah protes dong..
>>>ini hal pertama yg saya anggap lucu<<<
demo boleh tapi jangan anarkhis, banyak yang nggak suka dan menimbulkan kerugian banyak pihak yang hasilnya juga nggak jelas.
>>>hal kedua yg lebih lucu lagi<<<
para perusak fasilitas umum itu *gatau ya, mereka itu pinter ato ngga, intelek ato ngga, sekolah ato ngga* seringkali menganggap yang sekarang memimpin ga becus, ga layak, ga ini ga itu..
lha kalo saya balikin jd pertanyaan : emang situ bakalan bisa bikin lebih baik?
udah jelas2 tiap emosi segala-gala dirusak, apa yg mao diharapkan dari yg begitu..?
sudahlah sudah, terserah mo jungkir balik, salto 2juta kali, jahit bibir, mogok makan, ato memilih utk bertindak bijak selakyaknya manusia berakal dalam berpikir, JANGAN PERNAH JADI PERUSAK APAPUN YG BUKAN MILIKNYA.
hentikan segala bentuk pengrusakan
*ditujukan kepada siapapun yg merasa merusak.. ntah siapa!*
dulu juga ada orang yang suka mengoreksi pemerintah saja,
begitu dia menduduki jabatan eee…nggak lama masuk penjara karena korupsi..
halah..halah…halah…kalau galak mbok jangan cluthak tho yaaaaaaa….
sudah salah malah ngeyel katanya ” Ini pembunuhan karakter terhadap saya dan ada tujuan politis untuk menyingkirkan saya ”
Dengkulmu anjlog !!!
mereka ikut2an yang tidak baik, namun sebenarnya mereka sadar akan hal itu.
berarti lebih parah! mencontoh yg salah secara sadar..
***Pakdeeeeeee.. sulit ya kalo ngomongin yg ada sangkut pautnya dg politik & mahasiswa..
sebagaimana hal mengkhawatirkan yg sering saya obrolin dg pakde, saksi bisa jadi tersangka kalo segala sesuatu sudah diarahkan ke satu titik..
jgn ngomongin ini lg Pakde, saya jdnya mumet. nanti ending nya malah bisa2 jd saya pelaku pengrusakan kampus..***
lho ini kan factual, ada yng ngrusak pagar gedung DPR/MPR juga kan dulu
emangnya mbahnya ikut mbayari untuk memperbaikinya.
xixixiiii.. kok ending nya lebay gitu ya Pakde
*kabur aaahhh*
sabai kaleeee
MANTAAPP…
uraiannya sungguh lengkaap…
semoga byk yg membaca (comment)postingan ini ya…:D
pelajaran bagi kita semua
semoga banyak yang mengerti dan mengendalikan diri ya mbak. amin
demikian harapan kita semua
Pakde, jadi kesimpulannya :
# apapun misi nya, merusak kepentingan umum adalah salah
# jadilah mahasiswa yg benar2 pintar, salah satunya dgn tdk mencotoh hal2 yang nggak baik, tapi mencontoh yang positif saja
betul ndak Pakde ??
benar sekali, berpikir dan bertindaklah dengan profesional dan bermoral
saya suka yang ini mbak, jadilah mahasiswa yang benar-benar maha dalam segala hal
agar penampilannya jadi intelek dan bermoral
Setuju sekali pakde, mahasiswa tak lagi seperti mahasiswa, saya pernah menulis tentang intelektualitas mahasiswa.
tak ada lagi arah dan tujuan. merusak apa yang menjadi milik bersama. meyedihkan
sayang sekali ya, mereka kan harapan bangsa
iya ya mba Jumialely…
menyedihkan…
adakah upaya utk membenahi itu semua ?
pembinaan yang baik, pengawasan yang memadai
Kembali ke pendidikan mental dan moral, serta rasa memiliki yang besar dan rasa menghargai bahwa itu adlah bagian dari diri kita mbak
benar, satu nusa-satu bangsa
Yup betul banget pakdhe, saya sebagai mahasiswa paling tidak setuju penyelesaian masalah dengan cara anarkhis. Masih banyak kok cara lain yang lebih elegan.
iya donk, kasihan ortu kita lho…
benar sekali mas, anarkis itu sebenarnya merugikan diri kita, tapi terkadang kita ditunggangi oleh berbagai emosional yang tidak terkendali. jadi intinya pengendalian diri
dan pengawasan yang ketat
Anarkis merugikan diri sendiri terlebih lagi orang lain.
bisa rugi rame2
sangat merugikan orang lain mas
jangan ditiru, mari membangun bukan merusak
Kejadian provokasi ada lagi di Indonesia…
bukan masalah anarkisnya, tapi penggunaan nama “Mahasiswa” yang perlu
dipertanyakan, apakah pelaku demo tersebut sesungguhnya adalah
mahasiswa? atau hanya provokator2 yang menggunakan tameng mahasiswa?
kadang2 ada yang dibayari sih
saya pernah aktif di dalam mahasiswa, dan demonstrasi mahasiswa,tetapi banyak mahasiswa yang ditunggangi dan tidak tau apa tujuan dia berdemo. sebenarnya itu pokoknya mas
mestinya terasa kalau ditunggangi ya
wakakakakka, kan udah mati rasa pakde.
asal jangan mati gaya dan knopelnya
Saya prihatin dengan demo anarkis yang belakangan ini marak. Untuk itu, para mahasiswa dalam berdemonstrasi tetap menjaga etika dan tidak anarkis. Demo boleh saja untuk menyampaikan aspirasi, tapi jangan sampai anarkis.
agar tak merugikan diri sendiri dan banyak pihak
setuju mas, itu merusak diri, moral, mental bahkan apa yang seharusnya bisa bermanfaat bagi kita dan orang lain
mereka kadang emosi didahulukan,bukan penalarannya
padahal seharusnya logonya Ladies First
bukan Men sana Woman Sini
Kenangan akan kejadian beberapa tahun yang lalu kembali terulang..
Semoga saja masyarakat menjadi semakin pintar dalam menyikapi “demo” anarkis tersebut… bukan turut terprovokasi…
ya kedepankan hukum saja
kenangan yang mana mas, terlalu banyak kenangan. tetapi pendidikan moral dan etika masih sangat diperlukan
benar tuh, tanpa oral dan etika keberanian berubah menjadi kebringasan
Aspirasi mahasiswa itu akan sangat dihargai kalau tidak anarkis dan tetap mengedepankan intelektual, pemikiran dan gagasan yang lebih baik. Jika prilaku anarkisme sudah memasuki ranah demokrasi, maka hal itu akan sangat berbahaya jika tidak segera diakhiri.
benar mas, sayang penyalurannya ada yg melenceng menjadi kebencian
intelektualitas tidak dibarengi dengan kekerasan, tatapi pemikiran dan solusi, sudah pernah saya bahas di tulisan saya dulu mas
Kita mungkin bisa memahami sikap kritis mahasiswa ketika memandang suatu persoalan. Namun sikap kritis itu perlu disalurkan dalam bentuk positif dan konstruktif. Untuk itu, setiap akan menggelar aksi perlu menempuh prosedur hukum yakni memberitahukan aksi tersebut kepada aparat Kepolisian.
perencanaannya baik tapi tidak dilaksanakan dan diawasi dengan baik
berarti membangun secara positif mas iwan
iya, jangan membangun yg negatif
Entah kenapa saya merasa sedikit pusing dan mual dengan musik keras disini dan suara deru kenderaan yang pusing, badan keringet dingin
minumlah antangin