Tags: Biaya, Busana, Catering, Hiburan, Honey moon, kartu undangan nikah, pernikahan mewah
Ketika menikahkan kedua anak saya, Eny dan Sandy (Alhamdulillah saya dikaruniai anak perempuan dua-duanya) saya laksanakan secara sederhana. Walaupun sederhana tetap saja harus ada benda lain yang digeser ( artinya sebenarnya dari digeser itu adalah di djual..sssttt…jangan cerita kepada siapa-siapa ya…)
Makanya saya ternganga ketika melihata tayangan televisi yang memberitakan tentang acara pernikahan dengan biaya milyaran rupiah. Kok banyak banget ya, untuk apa saja biaya sebesar itu. Pos mana sebenarnya yang menjadikan acara pernikahan itu sedemikian mahal ( untuk ukuran saya yang pensiunan ini). Apakah makan-makannya, hiburan, cetak undangan, souvenir untuk undangan, sewa gedung, pakaian-pakaian pengantin, penerima tamu, mengundang ribuan anak-yatim piatu saat pengajian atau resepsinya ataukah pos lainnya.
Jika biaya pernikahan saja sebegitu besar nilainya, mungkin paska resepsi sudah pula tersedia bagi keluarga baru itu sebuah rumah baru yang mewah, plus mobil baru, hp baru, laptop baru atau honey moon kesuatu tempat yang asyik-asyik. Tapi ya biarlah, kita jangan mengotak-atik acara bahagia mereka. Sayapun ikut mendoakan agar keluarga baru itu berhasil mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah ,warahmah seperti doa dan harapan banyak orang. Amin
” Sarapan nasi goreng, pa “. Tuh kan mbokne arek-arek sudah memberitahu bahwa nasi goreng buatannya sudah siap untuk disantap. Saya tahu, ini pasti nasi goreng mewah lengkap dengan dadar telur dan krupuk kriuk-kriuk kesukaan saya.
Suatu kemewahan berbeda menurut cara pandang masing-masing, bukan.





saya rasa sederhana itu lebih indah pakdeku
Setuju banget mbak Jum..
saya juga
dan saya selalu mencintai kesederhanaan tapi menyenangkan
Kesederhanaan menurut pandangan oranglain, tapi terkadang sudah merupakan kemewahan bagi kita.
benar, orang kampung pasti kaget kalau melihat orang makan buffet seharga 100 ribu kan karena uang segitu bisa untuk makan seminggu
itu sepatunya dari berlian ya pakde? beli dimana? kita jual aja berliannya terus bangun sekolah buat yang ndak mampu yuk
Kalau punya duit, saya rasa dibuat mewah ndak apa2. Tapi kalau ndak punya duit, ya jangan dipaksakan yang mewah2, sederhana saja sudah cukup.
yang sederhana lebih bermakna ya mas katrox
lebih bagus lagi jika punya duit tapi tetap sederhana. Duitnya yg berlebih itu bisa digunakan utk membantu sesama yg membutuhkan. Iya kan Pakde..?
setuju sekali mbak ani… itu lebih mantap
yah resepsi nikah cukup sesuai budget saja, ga usah berlebihan
Setuju banget …
Lebih baik sederhana kemudian uangnya ditabung untuk masa depan,…
atau untuk biaya operasional BlogCamp Group
Lebih mulia lagi kalau bisa disumbangkan untuk yang lebih membutuhkan.
saya membutuhkan nich
Atau kalau bisa dijadikan beasiswa untuk melanjutkan studi S.3 untuk saya dan mbak Jum… wakakakakaka…
atau untuk saya saja biar netral
Mewah sih ga perlu, yg penting PANTES.
*
Kl keluarga berada merayakan hari bahagia dg sederhana ya ga pantes, namanya ga bersyukur dg kelebihan riski yg Allah berikan. Nabi aja menganjurkan minimal seekor kambing kok, itu kan jg bisa diartikan bersyukur di hari bahagia ya memang harus berbeda. Masa sederhana terus sepanjang masa, sekali2 agak lebih kan ga papa, itu namanya menghargai tamu yg kita undang dg berusaha memberikan yg terbaik *yg TERBAIK ya, bukan termahal! nanti ada yg salah terima lg deh, krn kl termahal bisa jd berlebihan sehingga mubajir, itu namanya bukan terbaik kan..?
Urusan nyumbang dan berbagi ya ada waktunya sendiri, saat perhelatan itu justru waktunya kita berbagi kebahagiaan dg kerabat, ini kan berpahala jg. Hemat ya hemat, tp jgn terlalu kikir utk diri sendiri *heheee sinopi sok pny jawaban beda nih critanya.. :p *
TAPI.. *lanjut dibawah ajah*
benar, jangan kikir , jangan obral tapi riya
ikuti kepatutan
*dipisah biar jgn kepanjangan melebihi postingan..*
TAPI org kaya jaman sekarang kelihatannya terlalu lebay..
Untuk kartu undangan aja, sy lihat di TV bisa nyampe 100rb/eks. Lalu souvenir pernikahan utk kemasannya aja nyampe 50rb/pc lha isinya berapa tuh..? Itu kan berlebihan dan Allah ga suka.
Saya hny fokus pd 2hal yg ga terlalu penting itu aja anggap yg baca udah ngerti yg sy maksud lah ya *blm tentu jg ada yg baca heheee..*
Jadi kl menurut saya, walimah hari bahagia tak ada salahnya dirayakan berbeda. Sepantasnyalah dg takdir riski yg Allah kasih. Kalo mampu memberi yg terbaik, kenapa ngga? Yg penting ikhlas.
Sebaliknya kl kita ga mampu ya jgn pingin macem2 hingga nyusahin diri sendiri. Itupun namanya TIDAK PANTAS
PANTAS bukan berarti mewah. Jangan pula nodai martabat diri dg berlaku kikir saat bersyukur di hari bahagia pdhl kita mampu memberikan yg terbaik dg dalih menjunjung kesederhanaan..
Marilah kita berlaku sebagaimana mestinya kita. Bagi yg mampu jangan berlaku spt orang susah. Bagi yg tak mampu jgn menyiksa diri agar dikira sebaliknya.
Berlakulah yg pantas..!
waktu nikah anak saya harga undangan hanya Rp;4.000, itu sdah pantas karena undangan itu kan dilihat bsebentar-terus dibuang.
Ada undangan yang sebesarn koper segala kok, sampai kurirnya bawa Hercules untuk ngantar undangan sangking besarnya.
Ini hanya pendapat dari pikiran orang yg sok tau aja kok..
*btw komen saya disandera nih.. Jangan2 dianggap ga layak.. Heheee..*
gak ada btw kok, sandera juga gak ada
Setiap orang punya batasan yang jelas tentang kemewahan .Tapi kan ada standar umum tentang kemewahan. yang jelas tidak merugikan orang lain tak apa.
Salam kenal dari kami ditunggu kedatangannya di blog kami di
http://rumahsehatafiat.wordpress.com/
tepo sliro juga perlu
itu sepatunya mbak Ayu Rikmo Sadepo ya Dhe?
iya..jangan keras2 donk…
Dhe sepatunya kok tinggal sebelah. Yang satu lagi masih ketinggalan diistana ya dhe.
biasa, disaut sinopi