Seorang pejabat tinggi ditangkap oleh sejawatnya sendiri. Pasti ada alasan yang kuat mengapa sang pejabat ditangkap atau apapun istilahnya di sebuah bandara. Peristiwa itu menambah deretan nama pejabat yang terpaksa harus mengakhiri karier cemerlangnya akibat terseret dalam suatu perkara pidana, perdata atau disiplin.

Seorang pejabat yang beberapa bulan, minggu atau jam yang lalu masih berjalan dengan gagah, berpidato, memberikan keterangan pers atau dipayungi oleh ajudan dalam suatu acara, bisa mendadak terjungkal. Kegagahannya seketika berubah menjadi ketidak-berdayaan manakala dia digiring ke suatu tempat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya yaitu ruang tahanan.

Saya jadi teringat ceramah ustadz Zainuddin MZ pada siaran di televisi beberapa hari yang lalu. Dai kondang tersebut antara lain mengatakan ” Dulu Bung Karno dipenjara oleh penjajah, kemudian menjadi pejabat tinggi negara ini. Sekarang malah kebalikannya, banyak yang menjadi pejabat tinggi dulu baru masuk penjara “.

Begitulah kekuasaan Tuhan, DIA memberikan jabatan atau kekuasaan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan juga mencabut kekuasaan itu dari orang yang dikehendaki-Nya pula.