Jaman saya sekolah dulu hasil ujian kok tidk terlalu mendebarkan ya. Pada umumnya kami satu sekolahan lulus semua. Jika ada yang tidak lulus biasanya siswa yang benar-benar kurang pinter.

Lha pada jaman yang serba modern ini kok malah banyak yang tidak lulus UAN. Apa gerangan penyebabnya ? Apakah karena faktor alat, misalnya pensil yang digunakan untuk mengerjakan soal kurang runcing atau merknya tidak bagus sehingga mempengaruhi kinerja komputer ? Jika ini alasannya mbok ya diumumkan saja secara jelas bahwa untuk ujian harus menggunakan pensil merk J’BLOG atau Andhok gitzu.

Apa karena pengaruh benda-benda yang lain misalnya  tipi, hape dan komputer sehingga para murid lebih senang chating atau sms-an daripada latihan mengerjakan matematika. Mungkin para siswa ada yang lebih hafal nama pacarnya Afgan dan Aurakasih daripada nama President Zambia atau Namibia. Kalau ini biangnya ya siswa harus tahu diri donk, jangan menunggu diobrak-abrik oleh orangtua.

Tapi apapun alasannya, yang tidak lulus berarti nilainya tidak bagus karena menjawab soal ujiannya tidak benar. Jadi jangan menyalahkan alat atau pihak lain. Ingat iklan “  Kalau mau pinter..makanya belajaaaaaaaaaaaar “

Sebenarnya ikut sedih melihat para siswa yang menangis klojotan karena tidak lulus ujian. Walaupun ada ujian susulan kan tetap saja namanya..kerja dua kali. Lebih baik belajar mati-matian sekali daripada harus mengulang ujian lagi. Mengikuti ujian susulan berdebar-debarnya lebih meningkat daripada ujian yang pertama.