Jika ada orang bertanya kita sekolah itu untuk mencari ilmu atau ijazah maka jawabannya pasti kompak ” Ya ilmu, ya ijazah “. Itu jawaban yang manusiawi, bersih dan berwibawa bak motonya kota Jakarta. Sayapun akan menyetujui jawaban itu dikaitkan dengan kepentingan manusia jaman sekarang.

Jika Woro Srikandi pernah belajar memanah maka dia tak memerlukan ijazah karena tujuannya hanya untuk menyerap ilmu agar menjadi wanita yang mahir berperang sekaligus gayeng di ranjang. Dia juga tak perlu mencari pekerjaan karena nafkah lahir dan batin sudah dijamin oleh suaminya-Raden Arjuna, walau harus rela menunggu giliran sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama dengan para isteri pria bagus banget itu.

Nah jaman sekarang ijazah sangat diperlukan terutama jika kita akan mencari pekerjaan di suatu instansi atau pekerjaan. Kita boleh mengaku sebagai seorang ahli ekonomi yang handal namun ketika ditanya ijazah kita tak punya maka pekerjaan itu tak kan didapatkan, apalagi jika kita seorang newbie pencari kerja. ha ha ha ha.

Hal itu mirip dengan seorang pengendara sepeda motor. Dia boleh saja mengaku sudah trampil dan sering ikut balapan sepeda motor. Tetapi manakala dalam suatu  razia di jalan raya dia tak dapat menunjukkan SIM maka dia pasti akan kena tilang.

Yang perlu diingat adalah-kita belajar jangan hanya semata-mata mengejar apalagi mendewa-dewakan ijazah. Nggak lucu kan  jika kita mengaku berijazah SMP  tetapi tidak dapat membaca dan menulis.

Nah agar dapat memperoleh  ilmu dan ijazah maka pelajar dan mahasiswa ya harus belajar dengan giat. Hanya dengan cara itu maka  ijazah dan ilmu yang dimiliki klop. Ijazah memang perlu tetapi jangan terlalu mendewa-dewakan ijazah.