Tags: kerjaan yang bagus, masalah sulitnya mencari pekerjaan, mencari kerja, mencari kerja susah, mencari pekerjaan, mengapa cari kerja susah 2010, mengapa seseorang mau bekerja menurut pengalaman sendiri, pegawai kantoran, pendidikan untuk mencari pekerjaan, pengangguran, Sarjana, sarjana jadi tukang becak, sarjana sulit kerja, srabutan, sulit cari kerja penggangguran, sulit mencari kerja, sulit mencari pekerjaan, sulitnya bagi sarjana untuk mendapatkan pekerjaan, sulitnya mencari pekerjaan, sulitnya orang mencari kerja, susah cari perempuan dijaman sekarang, susah mencari kerja, susah mencari pekerjaan, susahnya mencari pekerjaan
Dua anak saya lulusan S-1 dan sudah beberapa kali mengikuti test untuk menjadi pegawai kantoran. Tak satupun diantaranya berhasil. Untungnya mereka berdua sudah menikah sehingga berhasil menjadi isteri pegawai ha ha ha ha.
Lain lagi dengan anak tetangga saya yang juga lulusan S-1 bidang pendidikan, katanya jurusan teknologi pendidikan. Nasibnya idem ditto dengan anak saya, sudah berkali-kali mengikuti seleksi untuk menjadi pegawai namun juga belum berhasil. Selain membantu bapaknya bekerja di sawah dia juga membantu di kantor kelurahan dan juga bekerja part time di kolam renang Tirto Agung milik saya yang ada di kampung.
Betapa sulitnya mencari pekerjaan jaman sekarang bagi sarjana sekalipun. Setelah saya pikir-pikir, mencari pekerjaan bagi seorang sarjana memang agak lebih sulit jika dibandingkan dengan lulusan SD atau SMP. Mengapa demikian ? Yaaa..lulusan SD atau SMP biasanya mau bekerja apa saja asal menghasilkan uang yang halal. Mereka bisa menjadi pedagang asongan, kuli panggul,tukang becak, sopir angkot,tukang babat rumput atau jualan air pikulan. Sementara seorang sarjana pada umumnya merasa kurang nyaman atau gengsi jika bekerja srabutan seperti itu. Ini adalah kendala psikologis bagi seorang sarjana yang non keahlian khusus.
Memang mudah mengatakan ” Ya ciptakan lapangan kerja sendiri donk, jangan langsung ingin memakai dasi dan duduk di kantor yang megah dan ber-ac “. Namun dalam kenyataannya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri juga tak mudah. Memang ada kisah sukses seseorang yang tidak bekerja di kantor atau ikut majikan namun jumlahnya tak sebanding dengan pengangguran di negeri ini.
Adakah saran yang aplikatif dari para sahabat ??




ya mari bekerja dan terus berusaha menjadi pemimpin yang akan memberikan pekerjaan
mari mari yank
mungkin menjadi sarjana S1 yg plus plus , akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan ya Dhe.
salam
ada kelebihan dari s-1 yg lain kalee ya
tapi s1 udah ndak laku menjadi dosen
iya yaaa..
harus cari s-2
(saya banget Pakde) maklum lulusan baru masih anget2nya nich, tp langsung dihadapkan dgn permasalahan yg dilematis… dgn nasib bagaikan telur diujung penggorengan
Lulusan sarjana memang beda dgn SMK/Diploma, sarjana tdk dicetak utk kerjaan yg aplikatif, tp lbh ke teori-teori dan problem solving, dan kebanyakan sarjana adlh gengsi dgn title yg disandangnya, mesti gak mau (saya pun jg blom siap mental
) klo dsrh menjadi pedagang asongan, kuli panggul,tukang becak, sopir angkot,tukang babat rumput atau jualan air pikulan…
pengennya sich buka usaha sendiri, tp terkendala modal, *kayaknay ijazah saya jg gak laku dititipkan di bank (klo surtipikat tanah mah baru laku itu, hahaha) =)) xixixi
any idea for me?
bloggingnya ditekuni siapa tahu bisa menghasilkan dollar walau prosesnya lama
mungkin membuka kursus bahasa atau apa gitu.
Memang negeri ini kekurangan lapangan pekerjaan. Pemerintah belum mampu menyediakan lap. pekerjaan. Namun sepertinya pemerintah tidak merasa bersalah tuuh.. beda dengan negara barat sono. Pengangguran juga dibiayai pemerintah, karena tidak adanya lapangan pekerjaan dianggap sebagai kegagalan pemerintah, jadi pemerintah wajib menangggung pengangguran sampai dapat pekerjaan.
Tapi saya punya usul, mengapa tidak blogging saja,sambil mencari alternatif bisnis di internet ? (ini cuma sekedar usul saja)
salam kenal
Blogging jika ditekuni bisa untuk cari dolar kok mas
Tidak sepenuhnya begitu Pak De, kita harus melihat faktor eksternal dalam hal ini sistem yang diciptakan oleh pemerintah dalam menangani persoalan ketenagakerjaan. Dalam hal ini para lulusan sarjana banyak yang bermental mencar kerja, sementara pemerintah blm mampu menyediakan lapangan kerja yang sesuai dengan jumlah angkatan kerja. Jadinya ya begitu……!?
He…he…..!?
Jadi salah semau.. eh semua….!?
Sukses Pak De…..
iya benar-makanya kalau bisa ciptakan kerja sendiri awalnya sambil cari pekerjaan yang bagus.
Sarjana itu sudah mempunyai kemampuan berpikir yang analitik, semua kemungkinan – kemungkinan dipikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Jika sudah mencoba kesana kemari tidak mendapatkan pekerjaan mbok ya mulai membuka pekerjaan sendiri. Meskipun tidak mudah tapi kan masih mungkin toh untuk dilakukan.
Jualan apa saja pasti laku, Lhah wong barang-barang cina aja laku dijual di Indonesia, sampek orang Indonesia sendiri takut kalah saingan. kenapa takut jualan ?
kadang terbentur modal bang.sebenarnya jualan plusa itu juga bagus dan nggak perlu tempat
Masukan dari saya bikin blog aja dulu. Lalu salurkan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah lewat artikel. Kalau bisa dihubungkan dengan kehidupan praktis sehari-hari. Jadi ppola pikirnya dibalik. Kalau belum bisa mencari kemanfaatan untuk diri sendiri ya bisa bermanfaat untuk orang lain.
Lagipula kan sudah punya mentor yang handal dan berpengalaman.
benar bang- jadi ada manfaatnya kita kuliah yaaa
siapa tahu kalau blognya bagus bisa menghasilkan uang
Hmm… ada satpam di kampus saya dulu yang merupakan seorang sarjana hukum…
Memang susah ternyata
lha itu dia
sak dapatnya dulu deh untuk ngepulkan dapur
Mungkin awalnya bisa kerja dengan orang lain dulu sambil belajar “mengenal medan”.
Kalo udah paham, bisa deh buka lapangan kerja ndiri
iya benar juga-untuk cari pengalaman
pusiiinggg saia……
minum bodrex atau apa gitu mas
Mendingan kita menciptkan pekerjaan bro.
Sekarang sudah tidak bisa mengandalkan pemerintah.
Pemimpinnya masih sibuk mengamankan kursinya masing2.
itu lebih bagus-mandiri
Di jaman sekarang, walaupun Sarjana belum jaminan dapat pekerjaan.
anak saya juga nganggur he he he he
aduh bingung kasi solusi pakde. .. soalnya saya juga calon pengangguran. hiks.. dah mo habis kontrak kerja ni
bukunya dah nyamep pakde. dah mo habis dibaca novelnya. kereeeeeennn. love it
ya mbuat kerjaan sendiri nduk
cepat amat mbacanya
Salam Takzim
Bawa kue namanya ongol ongol
katanya sih dari tanah betawi
Maap kalau saya jarang nongol
Karena banyak urusan pribadi
Salm Takzim Batavusqu
naik kuda ke ancol
saya juga jarang nongol
Salam Takzim
Saya sendiri ga kepikir untuk menciptakan lapangan kerja baru, habis kemampuannya belum punya pakde
Salm Takzim Batavusqu
saya juga belum mas-kecuali menulis review he he he he
ya emang susah ya…..sudah jadi tradisi di kita bhwa luls sarjana harus kerja di tempat yang nyaman gasji besar…ya emang ada tapi tak sebanding kan antara lulusan dengan lowongan kerja so jadi bingung saya juga di satu sisi pendidikan meningkatkan taraf hidup di sisi lain kita tidak bisa mengandalkan ijaza to,,jadi ya sabar n jalani aja hidup inilah bak air mengalir saja lulusan sarjana pun klo rizkinya jadi pedangang asongan why not…hehehe
sambil cari kerja usaha sndiri dulu-siapa tahu malah berhasil
ya intinya betul tadi ttp smngat lah dalam menjalani hidup apapun kerjaannya..bayangin saja atuh..lulsan sarjana yang menganggur kan serkarang sampai 1 juta lebih..lum nanti yang mau pada lulus jadi eumhhh….. sangat mengkhwatirkan klo lihat demikian ya….. komo dei mau mw gengsi-gensian
harus usaha sendiri
menurut saya sih alternatif terbaik ya buka usaha, kalau modal minim ya mulai dari yang kecil-kecil dulu
benar sebagai batu loncatan
Kalo gak salah jumlah sarjana yang nganggur di Indonesia ini sekitar 12 jt an Pak De… CMIIW
Ini merupakan gambaran mutu dunia pendidikan Indonesia kl menurut saya Pak De
Untunglah saya bukan seorang sarjana, dan meninggalkan bangku kuliah di semester akhir, karena lebih tertarik dengan bidang lain, dan meskipun bidang tersebut tidak saya geluti sampai sekarang, tapi bidang tersebutlah yang membawa saya ke kantor mewah dan ber AC ini Pak de. Dan saya satu2nya Head Division tanpa titel….
Bukan bermaksud membanggakan diri, tapi hanya bermaksud menyentil dunia pendidikan Indonesia saja Pak De…
semua tergantung tekad kita mas
Seharusnya kita bisa menempatkan kata”gengsi” tersebut pada tempat,waktu dan suasana yang tepat. jadi ngga’ mentang mentang sarjana, trus belum dapet ngantor nda’ mau kerja seadanya.
Sarjana yang benar-benar bermutu dan mengusai apa yg dia pelajari hingga mendapat gelar itu,nda’ mungkin mau nganggur, pasti selalu timbul ide bagaimana mengorbitkan teori teori yang ia pelajari ke dunia nyata.
Setidaknya kalaupun banyak pengangguran ya mungkin karena mereka kurang mendalami tentang apa sesungguhnya title yang ia dapat.
Kalaupun sadar,udah usaha trus tetep nganggur, ya….Akhirnya cukup 7 kata mesti sabar lha wong sudah nasibnya begitu
kurang ada keberanian meniti dari bawah krn ya gengsi tadi
bener juga sih
tp tergantung nasib juga
banyak hal yang berpengaruh…. mungkin salah satunya adalah keberuntungan hidup…masalahnya tidak semua orang mempunyai itu..
Kesempatan bekerja keluar negri,di perusahaan kapal pesiar Holland America Line dengan rute sebagai berikut : Eropa, Amerika, Asia, maupun Afrika
Membuka quota pendaftaran kru baru sebanyak 600 orang untuk tahun 2010, dengan syarat sebagai berikut :
1. Lulusan SMA, D1, D3, atau S1 dibidang Pariwisata dan Perhotelan
2. Memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik, secara lisan maupun tertulis.
3. Wanita maupun Pria, umur 22 thn – 34 thn (maksimal).
4. Tinggi badan minimum 160 Cm.
5. Memiliki kepribadian yang baik dan tidak pernah terlibat dalam kasus hukum apapun.
6. Mampu bekerja dalam tekanan (underpressure)
Posisi yang dicari :
1. General Purpose Attendant (Housekeeping / Laundry)
- Memiliki pengalaman bekerja selama 6 bulan (termasuk Job Training) dalam departemen Housekeeping, maupun Laundry Profesional sebagai room attendant, public area attendant, laundryman.
2. Assistant Steward Lido
- Memiliki pengalaman bekerja selama 6 bulan di restaurant bertaraf internasional sebagai Waiter / Waitress (untuk lulusan S1).
- Memiliki pengalaman bekerja selama 1 tahun di restaurant bertaraf internasional sebagai Waiter / Waitress (dibawah lulusan S1).
3. Foreman Laundry (Leading to Laundry Master)
- Memiliki pengalaman bekerja selama 1 tahun sebagai Supervisor Laundry dalam bidang dry cleaning laundry.
4. Junior Clerk
- Lulusan D3 atau S1 dibidang Akuntansi dan Shipping Management.
- Memiliki pengalaman bekerja selama 1 tahun (minimum) di perusahaan besar.
- Menguasai aplikasi Microsoft Office seperti : Microsoft Excel, Microsoft Word, Microsoft Power Point.
untuk pendaftaran silahkan menghubungi kontak number berikut
HUBUNGI ;EMAIL ;havid_77@yahoo.com
Alamat ;jalan terto tejo bratan rt 02 rw06 pajang laweyan solo kode pos 57146 jawa tengah Indonesia
Nomer telp ;+6281575899203/+6285728571177
Lowongan Pekerjaan untuk Posisi “ASISTEN GURU TK”
Dear Parents,
Mungkin ada lowongan disekolah tempat saya mengajar…kebetulan saya sedang mencari seorang asisten guru TK dengan kriteria perempuan berumur max 35 lulusan S1 dan pandai berbahasa inggris karena sekolah tempat saya mengajar adalah sekolah internasional yg berlokasi di CIPUTAT (dekat dengan Universitas Islam Nasional Jakarta)…jika terpilih, bisa langsung bekerja tanggal 26 Juli 2010. Jika ada yg berminat bisa hubungi suami saya di 02191667873 dengan Ben…sebenarnya saya sudah punya kandidat tapi baru satu org, lebih banyak kandidat jadi lebih banyak pilihan…
Terima kasih
Ann
Satu hal lagi…jika blog anda bertajuk tentang susahnya mencari pekerjaan untuk seorang sarjana…saya malahan sedang terheran2 betapa susahnya mencari seseorang untuk lowongan pekerjaan yg baru saya tawarkan sebelumnya padahal kriterianya ga neko2 cukup perempuan lulusan S1 dan bisa berbahasa inggris…saya jadi bingung…sebenarnya yg susah tuh yg mana yah…cari pekerjaan atau cari orang untuk dipekerjakan??? Hmmmm…