Dua anak saya lulusan S-1 dan sudah beberapa kali mengikuti test untuk menjadi pegawai kantoran. Tak satupun diantaranya berhasil. Untungnya mereka berdua sudah menikah sehingga berhasil menjadi isteri pegawai ha ha ha ha.

Lain lagi dengan anak tetangga saya yang juga lulusan S-1 bidang pendidikan, katanya jurusan teknologi pendidikan. Nasibnya idem ditto dengan anak saya, sudah berkali-kali mengikuti seleksi untuk menjadi pegawai namun juga belum berhasil. Selain membantu bapaknya bekerja di sawah dia juga membantu di kantor kelurahan dan juga bekerja part time di kolam renang Tirto Agung milik saya yang ada di kampung.

Betapa sulitnya mencari pekerjaan jaman sekarang bagi sarjana sekalipun. Setelah saya pikir-pikir, mencari pekerjaan bagi seorang sarjana memang agak lebih sulit jika dibandingkan dengan lulusan SD atau SMP. Mengapa demikian ? Yaaa..lulusan SD atau SMP biasanya mau bekerja apa saja asal menghasilkan uang yang halal. Mereka bisa menjadi pedagang asongan, kuli panggul,tukang becak, sopir angkot,tukang babat rumput atau jualan air pikulan. Sementara seorang sarjana pada umumnya merasa kurang nyaman atau gengsi jika bekerja srabutan seperti itu. Ini adalah kendala psikologis bagi seorang sarjana yang non keahlian khusus.

Memang mudah mengatakan ” Ya ciptakan lapangan kerja sendiri donk, jangan langsung ingin memakai dasi dan duduk di kantor yang megah dan ber-ac “. Namun dalam kenyataannya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri juga tak mudah. Memang ada kisah sukses seseorang yang tidak bekerja di kantor atau ikut majikan namun jumlahnya tak sebanding dengan pengangguran di negeri ini.

Adakah saran yang aplikatif dari para sahabat ??