“Barangsiapa yang mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm pengaman akan dikenai denda sebesar xyz sesuai Undang-Undang pqrs”. Itulah bunyi banner yang terpasang dibeberapa tempat sepanjang jalur yang saya lalu dalam perjalanan dari Jombang-Purwokerto
Jelas itu banner layanan masyarakat. Mengapa ya isinya kok berupa ancaman begitu. Menurut saya banner seperti ini dapat menjadikan masyarakat bermotif lain ketika memakai helm. Bukan lagi untuk melindungi dirinya dari dampak sebuah kecelakaan namun lebih karena tak rela uangnya hilang.
Akan lebih bagus jika banner itu berbunyi: ” Untuk keselamatan anda pakailah helm ketika mengendarai sepeda motor “. Ini lebih mendorong kesadaran masyarakat untuk menyayangi tubuhnya daripada uangnya.
Dalam melayani masyarakat akan lebih baik jika kepentingan orang atau masyarakat yang ditonjolkan agar mereka merasa bahwa memakai helm itu untuk kepentingan pribadinya sendiri, bukan kepentingan petugas atau kepentingan negara.
Ini pendapat saya lho, bagaimana dengan anda ?




Mungkin mereka terdidik keras pakdhe, jadi kalau ndak ngomong keras nda kerasa
ha ha ha ha…bahasanya harus mengajak rakyat
Saya setuju banget PakDe…
Saya malah nggak pernah menganalisa banner seperti itu.
umumnya kan begitu
bener juga Dhe, kenapa hrs diancam begitu?
kan sama saja menganggap semua orang akan melanggar aturan tsb.
itu sudah suudzon namanya
salam
perlu dikemukakan apa perlunya helm bagi pengendara-bukan karena takut petugas
Saya setuju dengan apa pendapat Pakde.
Memang seharusnya kalau berkendaraan bermotor harus pakai helm, tapi kalau untuk dendanya, kalau menurut saya masih kurang sreg gitu loh.
soal denda sih sudah diatur dalam UU mas-tapi ajakan itu perlu bhw demi kepentingan kita bukan kepentingan petugas
Yang bikin banner gak ngerti ilmu komunikasi kali Pak De, maen sablon aja…
main denda saja yaaa
Setuju pakdeeeku, jangan ditempa masyarakat menjadi orang yang bermental tidak baik dengan ancaman seperti itu, karena itu bukan menyadarkan malah menambah KKN
lebih baik diajak yo yank
Semua opini pakdhe,budhe,ayah,bunda,abang,mbak itu boleh boleh saja,tapi sebagai warga yang baik,kita juga perlu introspeksi, bagaimana kondisi masyarakat kita, gampang diajak kebajikan atau ruwet ruwet susah?
Seperti halnya warning ini merokok dapat menyebabkan serangan jantung,impotensi,gangguan kehamilan,dan stres…
gimana hasilnya? Masih saja mereka merokok ,bahkan pajak tertinggi negara kita dari rokok tersebut.
Maaf kalau kepanjangan malah nda’ baik….Nuwun
Mbok ya saya dimasukkan di blogroll.
Ngapunten pakdhe, out of the topic,
sampun mas
Yang membuat kurang kreatif!
kurang memahami bahasa rakyat
Setuju dengan pendapat PakDe!
rasanya enak dihimbau dan dielus daripada di ancam2 gitu ya mas
Setuju pak de…
bahasane perlu yang adem
Iya pakde…
kurang bagus tuh… kesannya ngancem banget…..
lahhh kok pake2 duit sih….:(
kurang merangkul rakyat
soalnya masyarakat kita klo ga ditakut2in, ga jalan juga sih peraturan..memang lebih sering ya kita ini ditakut2in ama hukum..pdhal dng pendekatan yg baik,kemungkinan kita juga bisa kok sadar hukum. Biasa..kalau aparat hukum ga berbicara keras, rasanya mungkin spt sayur kurang garam..:)