Tahun pertama Gerakan Disiplin Nasional diprioritaskan untuk memantapkan budaya tertib, budaya bersih dan budaya kerja. Dari hasil pengamatan, tahun pertama itu hasilnya belum tampak. Pelanggaran lalu lintas masih didemonstrasikan dijalan raya, budaya antri hanya terjadi pada tempat-tempat yang disiapkan lorong atau pagar pembatas. Diluar itu masyarakat lebih asyik berdesak-desakan dan bergerombol didepan loket karcis yang tidak jarang menimbulkan kasus perkelahian dan pengrusakan, misalnya dalam antrian karcis untuk menonton pagelaran musik di sebuah stadion. Budaya bersih juga belum tertanam di hati masyarakat. Gerakan Jum’at Bersih hanya bergema beberapa bulan, setelah itu lenyap, sepi. Read more »
Kita tentu sudah mengenal sebuah cerita tentang seorang pemuda yang masih bebas dan imajinasinya mengembara tanpa batas yang bercita-cita untuk mengubah dunia. Tatkala ia menjadi semakin tua dan bijaksana ia menyadari bahwa dunia tak akan bisa berubah. Oleh karena itu ia memendekkan sasarannya dan memutuskan untuk mengubah negerinya saja. Namun cita-cita inipun kandas di tengah jalan. Manakala ia makin jauh mengarungi masa tuanya maka ia bertekad untuk mengubah keluarganya , mereka yang mempunyai hubungan terdekat dengannya. Lagi-lagi tekadnya itu tak membuahkan hasil. Keluarganyapun tak bisa dirubahnya. Akhirnya, ketika ia terbaring di ranjang menunggu kematiannya, ia lalu menyadari bahwa seandainya dulu ia mengubah dirinya sendiri melalui teladan-teladan, barangkali ia akan bisa mengubah keluarganya. Selanjutnya dari inspirasi dan dorongan serta dukungan mereka barangkali ia bisa merubah negerinya dan siapa tahu ia mungkin bahkan mampu merubah dunia. Read more »
Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang dicanangkan oleh Pemerintah pada tanggal 20 Mei 1995 kini sudah berumur 15 tahun. Saat pencanangan gerakan itu pemerintah mengajak masyarakat untuk memulai gerakan ini dari kegiatan sehari-hari misalnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas , membuang sampah pada tempatnya, antri, mematuhi jam kerja dan lain sebagainya.
Suatu ajakan yang sangat sederhana, tidak muluk-muluk dan mudah dilaksanakan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Suatu ajakan yang apabila dilaksanakan bukan saja akan bermanfaat bagi anggota masyarakat itu sendiri tetapi juga membawa dampak yang sangat positif bagi bangsa yang sedang membangun ini. Read more »
Seorang pendengar menyampaikan komentar tentang disiplin yang saat itu sedang menjadi topik pembahasan disebuah radio di Surabaya. ” Saya tidak setuju adanya displin karena disiplin hanya akan menjadikan manusia seperti robot ”, demikian komentar pendengar tersebut Read more »
Penggusuran rumah boleh dikatakan tak pernah sepi dari kericuhan karena umumnya ada resistensi dari pihak yang akan digusur. Masing-masing pihak mempunyai alasan sendiri-sendiri. Yang jelas pihak penggusur biasanya melaksanakan perintah atau permintaan dari atasannya, institusinya atau instansi lain.Sedangkan pihak yang tergusur juga merasa masih punya hak untuk menempati rumah dan atau tanahnya dengan berbagai alasan mereka.
Dalam penggusuran kadang diwarnai kontak fisik antara penggusur dan tergusur. Read more »